Lubang Kecil di Bibir Wastafel Itu Buat Apa? Fungsi dan Cara Membersihkannya
Hampir semua wastafel punya satu atau dua lubang kecil di dekat bibirnya. Lubang itu bukan hiasan, dan kalau tersumbat, wastafel bisa bau tanpa ketahuan sebabnya.
Coba lihat wastafel di kamar mandi atau dapurmu. Di dekat bibir mangkuknya, biasanya di sisi yang berseberangan dengan keran, ada satu lubang kecil atau beberapa lubang berjajar. Banyak orang mengira itu sekadar bagian dari cetakan keramik, atau malah tempat menyelipkan sikat gigi.
Lubang itu disebut lubang overflow atau lubang luapan. Fungsinya nyata, dan karena letaknya tersembunyi, ia sering jadi sumber bau wastafel yang membuat bingung: saluran bawah sudah dibersihkan, tapi baunya tetap ada.
Fungsi Pertama: Mencegah Air Meluap
Bayangkan wastafel sedang ditutup penyumbatnya untuk merendam sesuatu, lalu keran lupa dimatikan. Tanpa lubang overflow, air akan terus naik sampai tumpah ke lantai.
Lubang overflow terhubung ke sebuah saluran kecil di dalam badan keramik yang menurun dan bertemu dengan saluran pembuangan utama, di bawah penyumbat. Begitu air mencapai ketinggian lubang itu, kelebihannya mengalir masuk ke saluran tersebut, langsung ke pipa pembuangan. Selama debit keran nggak lebih besar dari kemampuan lubang itu mengalirkan air, wastafel nggak akan meluap.
Itu sebabnya lubangnya selalu berada sedikit di bawah bibir wastafel: cukup tinggi supaya wastafel tetap bisa diisi, tapi cukup rendah untuk jadi pengaman.

Fungsi Kedua: Membantu Air Turun Lebih Cepat
Fungsi ini lebih jarang diketahui. Saat wastafel penuh dan penyumbat dicabut, air mengalir ke pipa dan udara di dalam pipa harus keluar ke arah sebaliknya. Kalau satu-satunya jalan udara adalah lubang pembuangan yang sedang dibanjiri air, aliran jadi tersendat dan berbunyi "glug-glug".
Saluran overflow memberi jalan tambahan bagi udara. Udara bisa masuk dan keluar lewat lubang kecil itu, sehingga air di lubang utama turun lebih lancar.
Kamu bisa mengamatinya sendiri. Isi wastafel sampai setengah, tutup lubang overflow rapat-rapat dengan jari atau selotip, lalu cabut penyumbat. Ulangi tanpa menutup lubang overflow. Di banyak wastafel, perbedaan kelancarannya terasa.
Kenapa Lubang Overflow Sering Bau
Saluran overflow jarang dilewati air bersih yang deras. Yang masuk justru cipratan sabun, pasta gigi, rambut, dan sisa air kotor yang menempel di dindingnya lalu mengering. Lama-lama terbentuk lapisan lendir tipis tempat bakteri tumbuh.
Lapisan ini nggak terkena sikat saat kamu membersihkan mangkuk wastafel, dan nggak terkena air deras saat keran dibuka. Hasilnya bau apek atau amis yang seolah datang dari wastafel yang tampak bersih. Banyak orang lalu menuang pembersih ke lubang pembuangan utama, padahal sumbernya ada di saluran kecil ini.
Cara memastikannya sederhana: dekatkan hidung ke lubang overflow, lalu bandingkan dengan lubang pembuangan utama. Kalau bau lebih kuat di lubang kecil, kamu sudah menemukan sumbernya.

Cara Membersihkan Lubang Overflow
Yang dibutuhkan cuma barang yang biasanya sudah ada di rumah:
- Sikat botol kecil atau sikat pembersih sedotan yang lentur
- Sabun cuci piring atau sabun cair
- Air panas dari dispenser atau teko (bukan air mendidih langsung untuk wastafel dengan pipa plastik tua)
- Botol semprot atau corong kecil

Langkahnya:
- Sikat bagian mulutnya. Masukkan sikat sedotan sedalam yang bisa dijangkau, putar dan tarik beberapa kali. Kotoran hitam atau lendir yang ikut keluar adalah tanda saluran ini memang perlu dibersihkan.
- Bilas dengan air sabun hangat. Campur sabun dengan air hangat di botol, lalu semprot atau tuang pelan-pelan ke lubang overflow. Air akan turun lewat saluran dan membawa kotoran ke pipa pembuangan.
- Bilas lagi dengan air bersih hangat sampai baunya hilang.
- Ulangi sebulan sekali, bersamaan dengan membersihkan saringan lubang pembuangan.
Kalau mau memakai pembersih pemutih berbasis klorin, pakai satu jenis saja dan bilas sampai tuntas. Jangan mencampurnya dengan pembersih lain, terutama yang bersifat asam seperti pembersih kerak atau cuka, karena campurannya bisa melepaskan gas yang berbahaya dihirup.
Kalau Wastafelmu Tidak Punya Lubang Overflow
Sebagian wastafel modern, terutama model mangkuk di atas meja (vessel sink), sengaja dibuat tanpa lubang overflow supaya tampilannya bersih. Wastafel seperti ini biasanya dipasangkan dengan penyumbat yang nggak bisa menutup rapat, atau dengan kran yang debitnya kecil.
Kalau wastafelmu tanpa overflow, ada dua kebiasaan yang perlu dijaga: jangan tinggalkan keran menyala saat penyumbat tertutup, dan bersihkan saringan pembuangan lebih sering, karena itulah satu-satunya jalan air keluar.
Yang Perlu Diingat
- Lubang kecil di dekat bibir wastafel adalah pengaman luapan, sekaligus jalan udara yang membantu air turun lebih lancar.
- Saluran di baliknya jarang terkena air deras, jadi mudah ditumbuhi lendir dan jadi sumber bau.
- Bersihkan dengan sikat sedotan dan air sabun hangat sebulan sekali.
- Jangan pernah mencampur pemutih dengan pembersih lain saat membersihkannya.
Lain kali wastafel berbau padahal kelihatannya bersih, jangan langsung menyalahkan pipa di bawahnya. Cek dulu lubang kecil yang selama ini dianggap hiasan.