Selasa, 6 Oktober 2026 Rubrik Tentang Kontak

Koleksi Terkini

Panduan praktis untuk urusan sehari-hari

Dapur & Makanan

Masak Sendiri vs Beli di Warung: Cara Menghitung Biayanya per Porsi

Masak sendiri dianggap pasti lebih murah, tapi bumbu, minyak, gas, dan bahan terbuang jarang dihitung. Begini cara menghitungnya per porsi dengan jujur.

Hampir setiap kampung punya warung makan yang sayur sopnya enak dan harganya bersahabat. Setiap kali lelah sepulang kerja, godaan untuk membeli di sana selalu menang, dan setiap kali itu juga ada suara di kepala yang bilang: masak sendiri kan lebih murah. Tapi benarkah? Seberapa lebih murah?

Perbandingan yang biasa orang lakukan terlalu kasar. Harga seikat sayur sop dibandingkan dengan harga seporsi di warung, lalu disimpulkan masak sendiri jauh lebih hemat. Padahal seikat sayur itu butuh bawang, garam, minyak, gas, dan kadang daging atau tulang. Belum lagi wortel yang tersisa setengah dan layu di kulkas seminggu kemudian.

Artikel ini menjelaskan cara menghitung biaya per porsi masakan rumahan dengan semua komponennya, lalu membandingkannya secara adil dengan harga warung dekat rumah.

Rumus Biaya per Porsi

Kunci hitungannya adalah hanya menghitung bagian bahan yang benar-benar terpakai. Sebotol kecap nggak habis untuk satu kali masak ayam kecap, jadi yang dihitung cuma berapa sendok yang dipakai.

  • Biaya bahan terpakai = harga beli ÷ isi kemasan × jumlah yang dipakai
  • Biaya energi = biaya gas per menit × menit kompor menyala
  • Biaya per porsi = (jumlah biaya bahan terpakai + biaya energi) ÷ jumlah porsi

Sebagai contoh hitungan saja: kecap 520 ml seharga Rp20.000 berarti sekitar Rp38 per ml. Kalau ayam kecap memakai 45 ml kecap, biaya kecapnya kira-kira Rp1.730. Cara yang sama berlaku untuk minyak (hitung dari berapa sendok makan yang dituang), garam, gula, dan bawang (timbang atau hitung siungnya).

Untuk gas, cara paling praktis adalah menghitung dari umur satu tabung. Kalau kamu tahu satu tabung habis dalam sekian hari dan rata-rata kompor menyala sekian menit sehari, biaya per menit = harga tabung ÷ total menit. Kalau belum tahu, catat saja jam memasang tabung baru dan jam tabung habis, sambil mencatat lama tiap memasak.

Cara Mengujinya

Alat yang dibutuhkan:

  • Timbangan dapur untuk menimbang bahan yang dipakai.
  • Sendok takar atau sendok makan biasa untuk minyak, kecap, dan bumbu cair.
  • Timer di HP untuk mencatat lama kompor menyala.
  • Struk dan catatan harga beli setiap bahan.
  • Satu mangkuk sayur yang sama untuk menakar porsi, sehingga porsi masakan sendiri setara dengan porsi warung.

Langkahnya:

  1. Pilih menu yang juga dijual di warung terdekat, misalnya sayur sop, tempe orek, ayam kecap, dan nasi putih.
  2. Sebelum masak, timbang atau takar setiap bahan yang akan dipakai dan tulis di buku.
Bahan sayur sop yang sudah dipotong ditimbang sebelum dimasak: 350 gram. Nol-kan dulu timbangan dengan mangkuk kosong di atasnya, supaya yang terbaca hanya berat bahan.
Bahan sayur sop yang sudah dipotong ditimbang sebelum dimasak: 350 gram. Nol-kan dulu timbangan dengan mangkuk kosong di atasnya, supaya yang terbaca hanya berat bahan.
  1. Nyalakan timer tepat saat kompor dinyalakan, matikan saat kompor dimatikan.
  2. Setelah matang, bagi masakan ke mangkuk takar dan hitung jadi berapa porsi.
  3. Di hari yang sama atau berdekatan, beli satu porsi menu yang sama di warung dan catat harganya. Kalau bisa, bandingkan juga besar porsinya dengan mangkuk takar.
  4. Selama seminggu setelahnya, catat bahan sisa yang terbuang dari belanja untuk menu-menu itu.

Untuk nasi, karena dimasak di rice cooker, biaya energinya pakai listrik: watt elemen × menit memasak ÷ 60 ÷ 1.000 × tarif per kWh.

Contoh Hitungan Satu Panci Sayur Sop

Supaya rumusnya terbayang, ini contoh hitungan untuk satu panci sayur sop yang jadi empat porsi. Angkanya contoh saja, ganti dengan harga dan takaran dari dapurmu sendiri.

KomponenContoh biaya
Wortel 200 gRp3.000
Kentang 300 gRp4.000
Kol 200 gRp1.600
Seledri dan daun bawangRp1.500
Bawang merah dan bawang putihRp1.500
Daging ayam 100 gRp4.000
Garam, merica, kalduRp500
Gas, kompor menyala 25 menitRp1.000
Total satu panciRp17.100

Dibagi empat porsi, biayanya sekitar Rp4.300 per porsi. Angka inilah yang dibandingkan dengan harga seporsi sayur sop di warung.

Supaya perbandingannya adil, besar porsinya juga harus setara. Tuang satu porsi masakan sendiri ke mangkuk takar, lalu bandingkan dengan porsi yang dibeli di warung.

Satu porsi sayur sop masakan sendiri di mangkuk takar, berdampingan dengan seporsi sayur sop dari warung. Isi dan banyaknya kuah bisa langsung dibandingkan.
Satu porsi sayur sop masakan sendiri di mangkuk takar, berdampingan dengan seporsi sayur sop dari warung. Isi dan banyaknya kuah bisa langsung dibandingkan.

Lakukan hal yang sama untuk menu lain, lalu rangkum angka akhirnya dalam tabel:

MenuMasak sendiri per porsi (bahan + energi)Harga warung per porsi
Sayur sop
Tempe orek
Ayam kecap
Nasi putih

Biaya yang Nggak Masuk Tabel

Angka di tabel adalah biaya di atas kertas. Ada tiga hal yang nggak tercatat di sana tapi tetap nyata.

Waktu. Belanja, menyiangi, memasak, dan mencuci peralatan makan waktu. Nggak ada tarif yang benar untuk waktumu sendiri, tapi kamu bisa jujur soal ini: apakah jam memasak itu mengorbankan istirahat atau pekerjaan lain? Coba catat sekali saja berapa menit satu sesi masak dari menyiapkan bahan sampai cuci piring. Angkanya sering lebih panjang dari yang kamu kira.

Bahan sisa yang terbuang. Setengah wortel, seikat daun bawang yang cuma terpakai tiga batang, seledri yang menguning. Bahan seperti ini ikut dibeli untuk menu tadi, dan kalau akhirnya dibuang, biayanya harus ditambahkan:

  • Biaya per porsi riil = (biaya bahan terpakai + biaya bahan terbuang + energi) ÷ porsi yang benar-benar dimakan

Cara mengetahuinya: selama seminggu setelah belanja, kumpulkan semua bahan yang akhirnya dibuang dalam satu wadah, lalu taksir nilainya dari harga beli.

Porsi yang nggak habis. Masakan rumahan sering dibuat lebih banyak dari yang dimakan, lalu sisanya basi di hari ketiga. Kalau dari enam porsi yang dimasak cuma empat yang dimakan, pembaginya empat, bukan enam.

Bahan sisa yang terbuang selama seminggu dikumpulkan di satu wadah: potongan wortel, daun bawang yang menguning, kol layu, dan tomat yang sudah lembek. Nilainya ikut dihitung sebagai biaya masak.
Bahan sisa yang terbuang selama seminggu dikumpulkan di satu wadah: potongan wortel, daun bawang yang menguning, kol layu, dan tomat yang sudah lembek. Nilainya ikut dihitung sebagai biaya masak.

Membaca Perbandingannya

Selisih per porsi dihitung sederhana: harga warung − biaya per porsi riil. Kalikan dengan berapa kali menu itu dimakan sebulan untuk melihat nilainya.

Kalau selisihnya besar dan bahan terbuang kecil, masak sendiri jelas lebih hemat, dan waktunya bisa dianggap investasi. Kalau selisihnya tipis, misalnya untuk menu yang butuh banyak bumbu tapi porsinya sedikit, membeli di warung bisa jadi pilihan yang masuk akal, terutama di hari yang padat. Lihat lagi tabel di atas dan urutkan menunya dari selisih terbesar ke terkecil. Menu di urutan teratas adalah yang paling layak terus dimasak sendiri.

Satu hal lagi: masakan sendiri memberimu kendali atas garam, minyak, dan ukuran porsi. Itu nggak masuk hitungan rupiah, tapi layak ikut ditimbang.

Yang Bisa Kamu Lakukan di Dapurmu

  • Hitung satu menu dulu. Pilih menu yang paling sering kamu beli di luar, lalu hitung versi masak sendirinya dengan rumus di atas.
  • Takar minyak dengan sendok. Menuang langsung dari botol hampir selalu lebih banyak dari yang dibutuhkan.
  • Rencanakan bahan untuk dua menu. Wortel sisa sayur sop bisa masuk orek atau telur dadar besoknya, sehingga nggak ada yang terbuang.
  • Masak sesuai porsi yang benar-benar dimakan. Lebih baik kurang sedikit lalu ditambah telur ceplok daripada sisa dua porsi yang basi.
  • Tutup panci dan kecilkan api setelah mendidih. Gas lebih irit tanpa mengubah rasa.
  • Beli di warung untuk menu yang ribet tapi jarang. Nggak semua hal harus dimasak sendiri supaya hemat.

Setelah menghitung, pertanyaan "masak atau beli" nggak lagi dijawab dengan perasaan bersalah, tapi dengan angka per porsi yang jelas. Dan sering kali yang paling menentukan bukan harga bahan, melainkan berapa banyak yang akhirnya terbuang.

Foto Abid Muh Nur

Ditulis & disunting oleh

Abid Muh Nur

Menguak fakta-fakta kecil yang jarang kita sadari dengan cermat

Baca juga