Cara memakai
- Isi ukuran bangunan. Panjang searah nok dan lebar dari dinding ke dinding.
- Isi teritisan dan sudut. Teritisan adalah bagian atap yang menjorok keluar dinding, tiap sisi. Sudut kemiringan umumnya 25–35° untuk genteng.
- Pilih penutup. Genteng dihitung per buah, spandek per lembar. Isi data dari kemasan atau spesifikasi produk.
- Baca hasilnya. Anda mendapat luas atap dan jumlah penutup dengan cadangan.
Sudah tahu luas atap dari gambar kerja? Isi kolom “Luas atap” dan ukuran lain diabaikan.
Rumus yang dipakai
luas atap = luas denah ÷ cos(sudut)
genteng = ⌈ luas atap × buah per m² × (1 + cadangan) ⌉
lembar = ⌈ luas atap × (1 + cadangan) ÷ (lebar efektif × panjang lembar) ⌉
Pembagian dengan cos(sudut) adalah cara mengubah luas bidang datar menjadi luas bidang miring. Bayangkan atap dipotong dan dibentangkan: makin curam, makin luas.
Contoh hitungan
Rumah 10 × 6 m, teritisan 0,5 m tiap sisi, kemiringan 30°, genteng beton 10 buah/m², cadangan 5%.
| Langkah | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Luas denah dengan teritisan | 11 × 7 | 77 m² |
| Faktor kemiringan | 1 ÷ cos 30° | 1,155 |
| Luas atap | 77 × 1,155 | 88,9 m² |
| Genteng dengan cadangan | 88,9 × 10 × 1,05 | 934 buah |
Bila atap yang sama dipasang spandek berlebar efektif 80 cm dan panjang terpasang 3 m pada kemiringan 20°, luas atapnya 81,9 m² dan kebutuhannya sekitar 36 lembar. Spandek mengizinkan kemiringan lebih landai daripada genteng, yang berarti luas atapnya lebih kecil untuk denah yang sama. Perbandingan jenis atap dibahas di jenis atap rumah.
Hal yang memengaruhi hasil
- Jarak reng. Untuk genteng, jarak reng menentukan berapa buah per m². Jarak yang dianjurkan produsen harus diikuti agar tidak bocor.
- Tumpang tindih. Lembaran memerlukan tumpang tindih memanjang (±15–20 cm) dan melintang. Kurangi dari panjang lembar dan lebar efektif.
- Ukuran lembar tersedia. Spandek sering dipotong sesuai pesanan. Pilih panjang yang meminimalkan sambungan.
- Bentuk atap. Dormer, lembah, dan jurai menambah potongan sehingga butuh cadangan lebih besar (10% atau lebih).
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai luas lantai sebagai luas atap. Ini membuat atap kurang belasan persen.
- Melupakan teritisan. Teritisan 60 cm di keliling bisa menambah luas puluhan meter persegi.
- Mengira sudut ukuran derajat adalah rasio. Kemiringan 30° bukan 30%. Bila gambar menyebut kemiringan dalam persen atau rasio, konversikan dulu ke derajat.
- Tidak menghitung nok dan jurai. Genteng nok dijual terpisah.
- Menyamakan genteng semua merek. Kebutuhan per m² berbeda.
Langkah sesudahnya
Masukkan jumlah genteng atau lembar, rangka (kayu atau baja ringan), nok, dan upah pasang ke penyusun RAB. Rangka atap sebaiknya dihitung oleh pemasok atau perencana karena bergantung pada bentang dan beban.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa luas atap lebih besar daripada luas lantai bangunan?
Karena atap miring. Semakin curam atap, semakin luas bidang miringnya dibanding luas denah di bawahnya. Pada kemiringan 30°, luas atap kira-kira 15% lebih besar dari luas denah. Teritisan (overstek) juga menambah luas.
Rumus ini berlaku untuk atap apa saja?
Rumus luas denah ÷ cos sudut berlaku untuk atap yang semua bidangnya punya kemiringan yang sama: pelana, perisai, limasan, dan atap satu bidang. Atap dengan kemiringan berbeda-beda, dormer, atau bentuk lengkung perlu dihitung per bidang.
Dari mana angka kebutuhan genteng per m²?
Dari spesifikasi produk. Genteng beton dan keramik pres umumnya sekitar 10 buah/m², genteng tanah liat bisa 20–25 buah/m². Angkanya bergantung pada ukuran genteng dan jarak reng, jadi tanyakan ke toko atau lihat brosur.
Bagaimana dengan nok, jurai, dan lisplang?
Bagian itu dihitung terpisah karena memakai genteng nok atau profil khusus yang dijual per meter. Ukur panjang nok dan jurai, lalu bagi dengan panjang efektif per buah dari spesifikasi produk.