Kalkulator urugan tanah & pasir

Hitung volume bahan urugan yang harus dipesan, dengan memperhitungkan penyusutan saat dipadatkan, dan lihat berapa rit yang dibutuhkan.

Diperbarui 11 Oktober 2026 · Cara menghitung

Lembar 06 · Kalkulator uruganHitung langsung · tanpa daftar
1 · Area yang diurug
2 · Bahan
3 · Kapasitas kendaraan dan harga

Kapasitas bak berbeda tiap kendaraan dan daerah. Tanyakan ke penyedia dan sesuaikan angkanya.

Hasil perhitunganEstimasi
Volume bahan yang dipesan (lepas)
–m³
Luas area
–
Volume setelah padat
–
Rit pick-up
–
Rit truk engkel
–
Rit dump truck
–

Hasil ini adalah estimasi untuk perencanaan awal. Untuk pekerjaan struktur atau pembelian besar, konfirmasikan dengan tukang, kontraktor, atau perencana, dan cocokkan dengan spesifikasi produk yang akan Anda beli.

Cara memakai

  1. Isi panjang dan lebar area yang akan diurug dalam meter.
  2. Isi tebal urugan setelah padat dalam sentimeter. Ini adalah tebal akhir yang Anda inginkan.
  3. Pilih bahan. Faktor pengembangan terisi otomatis dan bisa diubah.
  4. Isi kapasitas kendaraan bila angka di daerah Anda berbeda, dan harga per m³ bila ingin perkiraan biaya.

Rumus yang dipakai

volume padat = panjang × lebar × tebal
volume lepas = volume padat × faktor pengembangan
rit = ⌈ volume lepas ÷ kapasitas bak ⌉

Hasil utama adalah volume lepas, yaitu jumlah bahan yang harus Anda beli, karena itulah volume yang diangkut truk.

Contoh hitungan

Halaman 10 × 8 m ditinggikan 30 cm dengan tanah urug (faktor 1,25).

Langkah Hitungan Hasil
Luas 10 × 8 80 m²
Volume padat 80 × 0,30 24 m³
Volume lepas 24 × 1,25 30 m³
Rit pick-up (2 m³) 30 ÷ 2 15 rit
Rit truk engkel (4 m³) 30 ÷ 4 8 rit
Rit dump truck (7 m³) 30 ÷ 7 5 rit

Rit dibulatkan ke atas sehingga bak terakhir mungkin tidak penuh. Dengan harga Rp100.000 per m³, bahan saja sekitar Rp3.000.000, belum termasuk ongkos meratakan dan memadatkan.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengurug

  • Jenis tanah. Tanah yang banyak mengandung humus atau sampah organik membusuk dan menyebabkan penurunan. Gunakan tanah urug yang bersih.
  • Pemadatan. Hamparkan per lapis dan padatkan. Pemadatan dengan mesin lebih merata daripada diinjak.
  • Drainase. Urugan yang lebih tinggi dapat mengalirkan air ke tetangga atau ke rumah. Pikirkan arah air.
  • Waktu. Beri jeda sebelum membangun di atas urugan baru agar penurunan awal terjadi lebih dulu. Perencana akan menentukan masa tunggu dan metode untuk elemen struktur.
  • Akses. Pastikan jalan cukup untuk truk, karena ukuran kendaraan menentukan biaya rit.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memesan sebesar volume padat saja, sehingga urugan kurang setelah dipadatkan.
  • Menghitung dari tebal lepas. Gunakan tebal setelah padat.
  • Tidak memperhitungkan permukaan tanah asli yang tidak rata. Ukur beberapa titik dan pakai tebal rata-rata.
  • Menganggap semua truk berkapasitas sama.

Langkah sesudahnya

Biaya urugan sebaiknya ditulis di penyusun RAB sebagai pekerjaan persiapan. Bila di atasnya akan ada lantai kerja atau pondasi, hitung betonnya di kalkulator beton dan cor.

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa volume yang dipesan lebih besar daripada volume area dikali tebal?

Karena bahan urugan di bak truk berongga dan lebih lega. Setelah dihamparkan dan dipadatkan, volumenya mengecil. Faktor pengembangan menunjukkan berapa kali volume lepas dibanding volume padat. Nilai 1,25 berarti untuk 1 m³ urugan padat Anda perlu memesan sekitar 1,25 m³ bahan.

Berapa faktor pengembangan yang dipakai?

Kalkulator memberi nilai awal: tanah 1,25, sirtu 1,2, pasir 1,15, dan batu pecah 1,3. Ini nilai umum. Penyedia atau pelaksana lapangan biasanya punya angka sendiri sesuai bahan di daerah Anda, jadi sesuaikan bila perlu.

Kapasitas pick-up dan truk berbeda-beda, bagaimana?

Benar. Kolom kapasitas bisa diubah. Angka awal (pick-up 2 m³, truk engkel 4 m³, dump truck 7 m³) hanya contoh. Tanyakan kapasitas bak sebenarnya ke penyedia, karena banyak yang menjual per rit dengan ukuran bak masing-masing.

Berapa tebal lapisan padat sebaiknya?

Pemadatan paling efektif dilakukan per lapis sekitar 20–30 cm. Untuk urugan tebal, hamparkan dan padatkan bertahap, bukan sekaligus, agar tidak turun tak merata di kemudian hari.