Metodologi & sumber
Dari mana angka-angka di kalkulator berasal, apa yang diasumsikan, dan di mana batas ketelitiannya.
Prinsip umum
- Rumus bersumber dari geometri dasar (luas dan volume) dan praktik hitung kebutuhan bahan yang lazim dipakai di bidang konstruksi.
- Koefisien bahan (misalnya jumlah bata per m²) kami turunkan dari ukuran produk dan tebal siar, bukan ditempel dari tabel, sehingga ikut berubah saat Anda mengganti ukuran.
- Cadangan (waste) selalu ditampilkan sebagai kolom yang bisa diubah, tidak disembunyikan di dalam rumus.
- Rumus inti diperiksa dengan tes otomatis terhadap hitungan manual, dan dijalankan ulang setiap kali situs diperbarui.
- Hasil kami tidak identik dengan koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) atau SNI. Koefisien resmi biasanya memasukkan pemborosan lapangan yang lebih besar. Untuk RAB resmi atau lelang, gunakan AHSP yang berlaku di daerah Anda.
Konstanta yang dipakai
| Konstanta | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Densitas curah semen | 1.440 kg/m³ | Mengubah volume semen menjadi berat dan jumlah sak. |
| Faktor volume kering beton | 1,54 | Volume bahan kering (semen + pasir + kerikil) yang dibutuhkan untuk 1 m³ beton padat. |
| Faktor volume kering spesi | 1,30 | Sama, untuk spesi pasangan dan plester. |
| Densitas perekat instan | 1.700 kg/m³ | Untuk spesi tipis bata ringan. |
| Berat sak semen | 40 kg (bisa diganti 50 kg) | Cek kemasan merek yang dibeli. |
Rumus tiap alat
Keramik
keping = ⌈ luas bersih ÷ luas per keping × (1 + cadangan) ⌉
dus = ⌈ keping ÷ isi per dus ⌉
Nat dimasukkan ke luas per keping karena tiap keping sebenarnya menempati ruang yang sedikit lebih besar dari ukuran nominalnya.
Cat
liter = luas × lapis ÷ daya sebar × (1 + cadangan)
Kombinasi kaleng dicari dengan mencoba semua kombinasi ukuran 1, 2,5, 5, dan 20 liter, lalu memilih yang total volumenya paling kecil tetapi tetap mencukupi.
Bata, semen, dan pasir
volume spesi per m² = tebal dinding − bata per m² × volume satu bata
semen = volume spesi × 1,3 × (1 + cadangan spesi) × bagian semen ÷ jumlah bagian × 1.440 kg/m³
Untuk pasangan 1 bata, jumlah bata per m² digandakan dan tebal dinding menjadi dua kali tebal bata ditambah satu nat.
Beton
bahan kering = volume × (1 + cadangan) × 1,54
semen = bahan kering × bagian semen ÷ jumlah bagian × 1.440 kg/m³
Pasir dan kerikil dihitung dengan cara yang sama menurut bagiannya, dalam m³.
Atap
genteng = ⌈ luas atap × buah per m² × (1 + cadangan) ⌉
lembaran = ⌈ luas atap × (1 + cadangan) ÷ (lebar efektif × panjang lembar) ⌉
Rumus pembagian dengan cos sudut berlaku untuk atap berkemiringan seragam, baik pelana, perisai, maupun limasan.
Urugan
volume lepas = volume padat × faktor pengembangan
rit = ⌈ volume lepas ÷ kapasitas bak ⌉
RAB
total = Σ jumlah × (1 + biaya tak terduga)
KPR
Setelah masa fixed berakhir, cicilan dihitung ulang dari sisa pokok dengan bunga floating dan sisa tenor. Konversi bunga flat ke efektif dicari secara numerik: bunga bulanan yang membuat cicilan anuitas sama dengan cicilan flat.
Batas ketelitian
- Angka isi per dus, daya sebar cat, ukuran bata, dan kebutuhan genteng per m² adalah nilai umum yang dapat Anda ubah. Produk nyata berbeda-beda.
- Kalkulator tidak mengenali bentuk ruangan yang rumit. Pecah ruangan menjadi persegi panjang dan jumlahkan.
- Pekerjaan lapangan menyebabkan pemborosan yang bervariasi. Karena itu setiap alat punya kolom cadangan.
- Bagian struktur (beton) hanya memberi perkiraan bahan, bukan desain. Ikuti perencana struktur.
Pembaruan dan koreksi
Data dan rumus terakhir ditinjau pada 2026-10-11. Bila Anda menemukan hasil yang tidak masuk akal, kirimkan angka masukan dan hasilnya lewat halaman kontak. Koreksi yang kami terapkan akan dicatat di sini.
Belum ada koreksi yang dicatat.